Cast :
- Yoo Young Jae as Moon Young Jae
- Park Sang Ri
Genre : Romance, school
Gieokhae
bokdoeseo tteodeulda gachi honnadeon uri dul (I remember when we were yelled at for talking in the halls)
Beolseomyeonseodo
wae geurido jeulgeowonneunji arasseo (I
don’t know why it was so fun even when we were being punished)
Geunal
ihuro (yeah yeah) urin neul (yeah yeah) (After
that day (yeah yeah) we always (yeah yeah))
Ssangdungi
byeoljaricheoreom neon na naneun neoyeosseo (Stuck
together like the Astro twins, you were me and I was you)
Aku berhenti ketika mendengar lagu yang sangat penuh dengan
kenangan tentang masa laluku berputar. Aku menoleh ke samping kananku. Sebuah
toko album.
Cring…
“Annyeonghaseyo. Eoseo waseyo[1].”
Entah kenapa, aku memilih masuk ke dalam toko tadi. Seperti ada
magnet diantara toko itu dan tubuhku.
“Apa yang memutar lagu F(x) Goodbye
Summer tadi adalah toko ini?” tanyaku sembari melepas syal, dan
memberikannya pada penjaga toko.
“Ye, sajangnim. Kami
memainkannya sesuai pergantian musim sekarang ini,” jawab penjaga toko
tersenyum. Aku menganggukan kepalaku. Paham.
“Dimana aku bisa menemukan album itu?” Penjaga toko langsung
menunjuk ke arah rak bolak balik yang cukup panjang. Diatasnya tergantung
tulisan ‘2013 nyeon’.
“Gamsahabnida.” Aku
membungkuk kecil, lalu berjalan pelan ke arah rak yang tadi ditunjukan oleh
penjaga toko.
Aku melirik ke arah jam dinding di toko itu. Jam dinding itu sangat
unik karena menunjukan tahun, bulan, tanggal, hari, jam, menit, detik, bahkan
musim. Aku berharap mempunyai jam seperti itu.
Tahun 2020, bulan September, tanggal 14, jum’at, jam 4 sore, menit
45, detik 17, musim gugur.
Sudah 7 tahun berlalu. Waktu ternyata berjalan sangat cepat. Lagu
ini membuatku makin merindukannya. Yeoja yang menjadi cheossarang-ku.
7 tahun lalu…
“Keluarkan buku kalian! Saya akan mengecek tugas kalian yang saya
berikan seminggu lalu!”
Aku mengeluarkan bukuku dengan segera ketika mendegar perkataan Lee-seonsaengnim. Begitu aku
mengeluarkannya, dia mulai mengecek tugas masing-masing dari arah yang
bersebrangan denganku.
“Yak! Mana bukumu?”
Lee-seonsaengnim
memukulkan tongkat kecil ke kepala Sang Ri. Sang Ri terlihat ketakutan, ia
menundukan wajahnya.
“Joe-Joeseong hamnida
seonsaengnim. Aku lupa membawanya,” ucap Sang Ri.
“Keluar. Kau tahu hukuman apa yang biasanya didapatkan oleh anak
sepertimu kan?” Lee-seonsaengnim
menunjuk pintu keluar dengan tongkatnya tadi. Sang Ri mengangguk, lalu keluar
dari kelas. Aku hanya bisa bengong melihat hal itu.
Park Sang Ri. Atau biasa dipanggil Sang Ri adalah salah satu dari
banyak siswi perempuan di kelasku. Aku tak terlalu dekat dengannya, bahkan
dengan seluruh siswi. Aku memang ketua kelas, tapi aku malas berinteraksi
dengan anak perempuan. Menurutku mereka menyusahkan.
Sang Ri sangat menyukai boyband
B.A.P. Kenapa aku tahu itu? Karena dia selalu ber-fangirling ria di kelas dengan teman-temannya. Memangnya apa
bagusnya boyband-boyband itu sih?
Mereka hanya jual tampang.
Dia termasuk anak yang cukup pintar dibanding anak yang sama-sama ber-fangirling. Tapi dia sangat lemah di
bidang Matematika. Sepertinya dia sangat butuh les atau pelajaran tambahan.
Matematikanya sangat lemah. Apakah wajar jika kelas 2 SMA menghitung perkalian dan
pembagian masih menggunakan kalkulator dan tangan? Yang benar saja.
“Mana bukumu, Tuan Moon?”
Suara serak Lee-seonsaengnim
membuyarkan lamunanku. Kenapa aku harus melamunkan Sang Ri? Aish!
“Igeo…”
Aku terbelalak kaget ketika bukuku tak ada di meja seperti saat
sebelum aku melamun. Aku mencarinya di tasku, di bawah meja, bahkan aku
bertanya dengan Dae Hyun, teman sebangkuku. Hasilnya nihil.
“Eodiseo?”
Tiba-tiba saja suara Lee-seonsaengnim
berubah menakutkan. Suara itu seperti menyindirku. Aku yang seorang ketua
kelas, pemegang ranking satu di kelas dan sekolah, lupa membawa buku yang
berisi tugas gampang?
“Kau keluar.”
Kalimat itu yang aku harap tidak pernah dengar dari mulut
guru-guruku. Setidaknya jangan Lee-seonsaengnim,
dia guru favoritku. Ini sama saja mencoreng nama baikku di depannya.
“Tapi-”, “Keluar. Jigeum.”
Lee-seonsaengnim menunjuk pintu keluar. Persis seperti yang tadi ia lakukan kepada Sang
Ri.
“Aku kecewa padamu, Tuan Moon.” Aku bisa mendengar kalimat yang
terucap dari mulut Lee-seonsaengnim tadi.
Ini benar-benar buruk.
.
.
.
.
.
.
.
Episode 2 akan rilis secepatnya~^^
Episode 2 akan rilis secepatnya~^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar