Translate

Jumat, 06 Desember 2013

You & I (fanfiction) - Episode 1

Cast :
-      Yoo Young Jae as Moon Young Jae
-      Park Sang Ri
Genre : Romance, school

Gieokhae bokdoeseo tteodeulda gachi honnadeon uri dul (I remember when we were yelled at for talking in the halls)
Beolseomyeonseodo wae geurido jeulgeowonneunji arasseo (I don’t know why it was so fun even when we were being punished)
Geunal ihuro (yeah yeah) urin neul (yeah yeah) (After that day (yeah yeah) we always (yeah yeah))
Ssangdungi byeoljaricheoreom neon na naneun neoyeosseo (Stuck together like the Astro twins, you were me and I was you)

Aku berhenti ketika mendengar lagu yang sangat penuh dengan kenangan tentang masa laluku berputar. Aku menoleh ke samping kananku. Sebuah toko album.
Cring…
Annyeonghaseyo. Eoseo waseyo[1].
Entah kenapa, aku memilih masuk ke dalam toko tadi. Seperti ada magnet diantara toko itu dan tubuhku.
“Apa yang memutar lagu F(x) Goodbye Summer tadi adalah toko ini?” tanyaku sembari melepas syal, dan memberikannya pada penjaga toko.
Ye, sajangnim. Kami memainkannya sesuai pergantian musim sekarang ini,” jawab penjaga toko tersenyum. Aku menganggukan kepalaku. Paham.
“Dimana aku bisa menemukan album itu?” Penjaga toko langsung menunjuk ke arah rak bolak balik yang cukup panjang. Diatasnya tergantung tulisan ‘2013 nyeon’.
Gamsahabnida.” Aku membungkuk kecil, lalu berjalan pelan ke arah rak yang tadi ditunjukan oleh penjaga toko.
Aku melirik ke arah jam dinding di toko itu. Jam dinding itu sangat unik karena menunjukan tahun, bulan, tanggal, hari, jam, menit, detik, bahkan musim. Aku berharap mempunyai jam seperti itu.


Tahun 2020, bulan September, tanggal 14, jum’at, jam 4 sore, menit 45, detik 17, musim gugur.
Sudah 7 tahun berlalu. Waktu ternyata berjalan sangat cepat. Lagu ini membuatku makin merindukannya. Yeoja yang menjadi cheossarang-ku.

7 tahun lalu…

“Keluarkan buku kalian! Saya akan mengecek tugas kalian yang saya berikan seminggu lalu!”
Aku mengeluarkan bukuku dengan segera ketika mendegar perkataan Lee-seonsaengnim. Begitu aku mengeluarkannya, dia mulai mengecek tugas masing-masing dari arah yang bersebrangan denganku.
“Yak! Mana bukumu?”
Lee-seonsaengnim memukulkan tongkat kecil ke kepala Sang Ri. Sang Ri terlihat ketakutan, ia menundukan wajahnya.
Joe-Joeseong hamnida seonsaengnim. Aku lupa membawanya,” ucap Sang Ri.
“Keluar. Kau tahu hukuman apa yang biasanya didapatkan oleh anak sepertimu kan?” Lee-seonsaengnim menunjuk pintu keluar dengan tongkatnya tadi. Sang Ri mengangguk, lalu keluar dari kelas. Aku hanya bisa bengong melihat hal itu.
Park Sang Ri. Atau biasa dipanggil Sang Ri adalah salah satu dari banyak siswi perempuan di kelasku. Aku tak terlalu dekat dengannya, bahkan dengan seluruh siswi. Aku memang ketua kelas, tapi aku malas berinteraksi dengan anak perempuan. Menurutku mereka menyusahkan.
Sang Ri sangat menyukai boyband B.A.P. Kenapa aku tahu itu? Karena dia selalu ber-fangirling ria di kelas dengan teman-temannya. Memangnya apa bagusnya boyband-boyband itu sih? Mereka hanya jual tampang.
Dia termasuk anak yang cukup pintar dibanding anak yang sama-sama ber-fangirling. Tapi dia sangat lemah di bidang Matematika. Sepertinya dia sangat butuh les atau pelajaran tambahan. Matematikanya sangat lemah. Apakah wajar jika kelas 2 SMA menghitung perkalian dan pembagian masih menggunakan kalkulator dan tangan? Yang benar saja.
“Mana bukumu, Tuan Moon?”
Suara serak Lee-seonsaengnim membuyarkan lamunanku. Kenapa aku harus melamunkan Sang Ri? Aish!
Igeo…”
Aku terbelalak kaget ketika bukuku tak ada di meja seperti saat sebelum aku melamun. Aku mencarinya di tasku, di bawah meja, bahkan aku bertanya dengan Dae Hyun, teman sebangkuku. Hasilnya nihil.
Eodiseo?”
Tiba-tiba saja suara Lee-seonsaengnim berubah menakutkan. Suara itu seperti menyindirku. Aku yang seorang ketua kelas, pemegang ranking satu di kelas dan sekolah, lupa membawa buku yang berisi tugas gampang?
“Kau keluar.”
Kalimat itu yang aku harap tidak pernah dengar dari mulut guru-guruku. Setidaknya jangan Lee-seonsaengnim, dia guru favoritku. Ini sama saja mencoreng nama baikku di depannya.
“Tapi-”, “Keluar. Jigeum.” Lee-seonsaengnim menunjuk pintu keluar. Persis seperti yang tadi ia lakukan kepada Sang Ri.
“Aku kecewa padamu, Tuan Moon.” Aku bisa mendengar kalimat yang terucap dari mulut Lee-seonsaengnim tadi. Ini benar-benar buruk.
.
.
.
.
.
.
.
Episode 2 akan rilis secepatnya~^^


[1] Halo, selamat datang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar