Translate

Minggu, 29 Desember 2013

You & I (fanfiction) - Episode 3

-episode 2-
Sang Ri dan Youngjae yang dihukum duduk formal akhirnya mulai mengobrol satu sama lain. Dan akhirnya, tanpa mereka sadari, mereka bertambah dekat. Disaat mereka sedang mengobrol, Lee-seonsaengnim datang -mengganggu- dengan mengatakan akan memberi tugas sebagai ganti hukuman mereka. 
tugas apa yang beliau berikan?
.
.
.

Aku membersihkan kaca kelasku dengan menggerutu. Kenapa harus membersihkan kaca? Aku lebih baik mengetik seluruh skripsi yang dikerjakan oleh anak Lee-seonsaengnim dibanding harus mengelap kaca seperti ini. Membuat gelarku sebagai siswa yang tak pernah dihukum luntur seketika.
“Yak! Kau membersihkan atau apa? Dari tadi selalu menggerutu,” Dari balik kaca yang aku bersihkan, muncul wajah Sang Ri. Anak itu juga mendapat hukuman yang sama sepertiku.
“Setiap pekerjaan itu harus dilakukan dengan enjoy dan senang hati. Jika kau terus menggerutu, pekerjaan kecil seperti ini akan terasa berat.” Aku hanya menganggukan kepalaku masih tetap menggerutu.
“Apa yang mau kau lakukan?”
Tanpa kuketahui, Sang Ri keluar kelas dan langsung menatapku tajam. “Senyum!” perintahnya singkat. Seenaknya saja menyuruhku, memangnya dia siapa.
“Kubilang senyum, pabo[1]!” dengan jari lentiknya, ia menarik kedua ujung bibirku. Membuatku tersenyum dengan terpaksa.
“He-hei!” aku menurunkan kedua tangan Sang Ri. “Seseorang lebih tampan jika tersenyum tulus dan akan terlihat jelek jika ia cemberut.” Sang Ri berlalu begitu saja dan melanjutkan mengelap kaca di sebelahku.
Aku masih terdiam. Walaupun menyebalkan, ucapan Sang Ri benar. Sangat benar. “Yak! Park Sang Ri! Darimana kau belajar kata-kata bijak seperti itu?” tanyaku mendekat kearahnya.
Sang Ri mengangkat bahu. “Molla[2], kalimat itu keluar sendiri tanpa sempat aku berpikir. SELESAI! YEAH~~!” Sang Ri keringatnya dengan tangannya. “Kaca di setiap kelas di koridor ini telah bersih! Huft…” seru Sang Ri sembari merentangkan tangannya. “Kerjasama yang baik, ketua kelas.” Sang Ri memukul kecil lenganku, aku tersenyum lalu mengangguk.

“Youngjae-ya~”

Seseorang memanggilku dari belakang dengan suara yang terkesan imut. Aku dan Sang Ri menoleh kebelakang. Terlihat Song Ha Na tersenyum ke arahku lalu dia mendekat.
“Youngjae-ya~ Kau pasti capek. Benar kan?” tanyanya sembari merapikan seragamku.
“Tidak juga,” jawabku datar.
Song Hana adalah anak kepala sekolah dan kakak kelasku. Baru-baru ini kuketahui dia menyukaiku. Berbeda dengan yang lain, dia sangat berani melakukan sesuatu padaku. Merapikan dasiku, merapikan kemejaku, merapikan bukuku, berkomentar tentang gaya rambutku, dia bahkan memanggilku ‘yeobo’. Dia benar-benar seperti seorang kekasih. Padahal aku tak menyukainya. Menurutku dia terlalu centil. Aku tak suka dengan gadis seperti itu. Aku bisa saja menjauh darinya, namun dia mengancamku akan mengatakan tabiat burukku pada kepala sekolah jika aku menjauhinya. Kejam sekali.
“Begitukah? Aku membuatkanmu makan siang. Makanlah,” dia menyondorkan sebuah kotak makan siang berwarna kuning. Warna kesukaanku.
“Terima kasih,” aku tersenyum terpaksa.
“Sama-sama~ Ini siapa?” Hana menunjuk Sang Ri dengan tatapan merendahkan.
“Oh, dia teman sekelasku. Namanya Park Sang Ri. Sang Ri-ah, ini Song Hana. Seonbae[3] kita.” Aku memperkenalkan mereka berdua.
Annyeonghaseyo seonbaenim, Park Sang Ri imnida.” Sang Ri membungkuk kecil. Namun Hana hanya tersenyum miring.
“Sang Ri-ssi, kenapa kau berdua dengan Youngjae-ku?” tanya Hana. “Kami tak berduaan. Banyak orang yang lalu lalang. Termasuk Anda dan dua orang teman Anda, seonbaenim,” jawab Sang Ri sembari tersenyum manis. Raut wajah Hana berbeda dengan yang tadi. Aku tahu sebenarnya Hana mengatakan hal tadi karena cemburu, tapi jawaban Sang Ri jauh diluar apa yang dia pikirkan.
“Bukan, bukan itu yang kumaksud. Kenapa kau dan Youngjae ada disini?” ulang Hana. “Kami dihukum karena tidak membawa tugas rumah kami,” ucap Sang Ri. “Omona, sesange~[4] Youngjae-ku tak membawa buku tugas? Ya ampun, ada apa denganmu yeobo?” Hana menunjukan reaksi kaget yang terlalu over.
“Tak apa, seonbae. Aku sedang malas mengerjakannya. Lagipula tugas itu terlalu mudah.” Aku berbohong. Ya, agar dia cepat pergi.
“Baiklah, aku percaya padamu. Asal jangan kau ulangi lagi. Oke?” aku mengangguk mendengar ucapan Hana. “Aku pergi dulu. Annyeong~[5]” Hana berbalik, dan berjalan menjauh dari kami.
“Heh, dia itu pacarmu ya?” tanya Sang Ri dengan tatapan menyelidik.
“Bukan. Dia yang menyukaiku. Aku tak menyukainya,” jawabku sembari menghela nafas.
“Lalu kenapa dia memanggilmu yeobo dan kau tak menghindarinya?”
“Kau tahu, dia adalah anak kepala sekolah. Hanya orang bodoh saja yang menghindari anak kepala sekolah,”
“Apa rankingmu selama ini karena berhubungan dengan Hana tadi?” Aku dan Sang Ri mulai merapikan peralatan mengelap kaca.
“Tentu saja tidak, bodoh! Aku melakukannya dengan kerja kerasku sendiri.” Aku membawa ember berisi air, sedangkan Sang Ri membawa lap dan sarung tangan yang kami pakai tadi.
“Memangnya kenapa? Kau cemburu ya?” ledekku. “Bodoh! Tentu saja tidak. Jiwa ragaku sudah terpenuhi oleh Yoo Youngjae. Bukan Moon Youngjae. Jadi, jangan terlalu percaya diri, mehrong~~[6]” Sang Ri menjulurkan lidahnya.
^^^
Saat itu, adalah saat ketika aku dan Sang Ri mulai dekat satu sama lain. Semenjak itu juga, kami mulai mencurahkan isi hati kami masing-masing.
^^^
“Youngjae-ya, kenapa sifatmu dingin sekali dengan orang lain? Kau jarang sekali tersenyum, jarang tertawa, dan selalu sendirian. Apa kau tak merasa kesepian?”
Pertanyaan itu adalah awal mula perubahan sifatku. Hari itu, cuaca sangat tidak bersahabat. Angin kencang dan hujan lebat seakan menyuruh seluruh siswa agar tetap berada di sekolah. Sesuai keinginan hujan, aku dan Sang Ri berdiam di kelas sementara teman-temanku yang lain memilih berkumpul di aula.
“Memangnya kenapa? Aku nyaman dengan diriku yang sekarang.” Aku tetap serius dengan buku yang ada di tanganku.
“Entah kenapa, aku sangat ingin merubah sifatmu.” Aku menoleh kearah Sang Ri, kemudian  tertawa. “Memangnya kau bisa? 5 dikali 5 saja kau masih belum lancar.” Aku meledeknya.
“Sebaiknya, kau juga harus perhatikan ucapanmu. Bisa saja ucapanmu malah membuat orang lain sakit hati.”

DEG!

“Maafkan aku atas ucapan kasarku tadi,” sontak aku meminta maaf tanpa sempat berpikir. Rasanya ucapan Sang Ri tadi seperti menyindirku.
“Apa kau tahu kesalahanmu?” tanya Sang Ri. “Hmmm…” aku berpikir. Apa kesalahanku? Kenapa aku meminta maaf?
“Untuk apa kau meminta maaf jika kau bahkan tak tahu kesalahanmu.” Sang Ri berdiri dari duduknya. Ia kemudian mengambil tas dan berjalan keluar. “Sampai kau tahu kesalahanmu, jangan berbicara denganku,” ucapnya sambil membanting pintu.



[1] bodoh
[2] Tidak tahu
[3] senior
[4] Ya Tuhan, Ya Ampun~
[5] Selamat tinggal/halo
[6] Suara saat menjulurkan lidah di Korea

IMPORTANT!

Karena beberapa hal yang mendasar /ceileh/ dengan ini saya mengganti ff 'Goodbye Summer'  menjadi 'You & I'  dimohon pengertiannya yah~
maaf karena beberapa minggu ini ga dilanjutin... thanks atas perhatiannyaaa~ {}

Sabtu, 07 Desember 2013

You & I (fanfiction) - Episode 2

-Episode 1-
Setelah sebelumnya Sang Ri yang keluar, Youngjae yang juga tiba-tiba saja kehilangan buku tugasnya dikeluarkan dari kelas oleh guru favoritnya, Lee-seonsaengnim.
.
.
.
.
Aku berjalan loyo dan melakukan hal yang sama seperti yang Sang Ri lakukan sekarang ini. Duduk formal. 3 jam pelajaran ini aku akan sangat tersiksa.
“Kau tak membawa buku juga?” tanya Sang Ri kaget begitu melihatku. Aku mengangguk lemas.
Wae? Kau anak yang rajin. Kenapa tak membawanya?” Aku menghela nafas berat.
“Aku sudah menaruhnya di mejaku tepat saat kau keluar tadi. Tapi entah kenapa bukuku hilang sewaktu Lee-seonsaengnim mengecek bukuku.”
Sang Ri menganggukan kepalanya. Sepertinya dia paham dengan perasaanku. Apa aku dan dia connect satu sama lain?
Hening…. Canggung….
Aku dan Sang Ri memang tidak dekat. Tapi tak kusangka akan begini sepinya tanpa teriakan-teriakan tentang B.A.P seperti yang biasa ia lakukan. Setiap dia masuk kelas, dia pasti berteriak, “YOUNGJAE NAEKKEOYA!”
Saat pertama kali aku mendengarnya, kukira dia menyatakan perasaannya padaku. Ternyata bukan. Dia menyatakannya kepada Yoo Young Jae. Salah satu anggota B.A.P kurasa. Untung saja memang tidak menyatakannya padaku. Toh, siapa juga yang mau dengan gadis sepertinya.
“Yak! Kau melamun?”
Aku terlonjak kaget. “Ani…
Sejak kapan suara Sang Ri menjadi sangat lembut seperti tadi? Apa hanya perasaanku saja? Mana mungkin kan dalam sekejap suaranya berubah seperti milik Song Ji Eun Secret?
“Kau melamunkanku ya?” wajah Sang Ri terlihat mengejekku.
“Yak! Memangnya siapa juga yang melamunkanmu. Memangnya gadis sepertimu pantas untuk dilamunkan?” Sang Ri memandang wajahku datar. Ada sorot mata sengit di wajahnya.
Oops. Apa aku salah mengucapkan kata-kata?
Miwoyo[1],” ucapnya sembari membuang muka. Yah, terserahlah, aku juga sedang tak ingin berurusan dengan gadis menyusahkan sepertinya.
“Kau marah?”
Aku segera menutup mulutku. Kenapa aku malah mengatakan hal itu? Apa yang sebenarnya terjadi dengan otakku.
YES!” kata Sang Ri singkat, namun cukup menusuk. Jamkkan. Menusuk? Sejak kapan hati seorang Moon Young Jae tertusuk oleh ucapan? Hari ini benar-benar aneh. What’s going on with me?
“Jangan marah~”
Hah? Apa aku baru saja mengeluarkan suara imut? YAK! MOON YOUNG JAE! APA YANG TERJADI DENGANMU! Teriakku dalam hati. Sepertinya otakku benar-benar sedang konslet hari ini.
Sang Ri menoleh ke arahku. “Tunjukan aku aegyo-mu, lalu aku takkan marah padamu lagi,” perintahnya.
Yang benar saja. Aku benci dengan 5 huruf itu. Apa-apaan aegyo itu, seorang sang namja[2] takkan menunjukan wajah imutnya.
Ppo ppo~”
Eh?
“Uwaaa~ gwiyopta~”
Aku tak  menyadari apa yang aku lakukan sampai ucapan ‘imut’ yang diberikan Sang Ri padaku karena ia melihat aegyo-ku? EOMMA! APA YANG TERJADI DENGANKU??!!
“Aku tak menyadari kau ternyata imut.” Sang Ri tersenyum ke arahku. Aku membelalakan mataku. Kenapa senyumnya sekarang terasa berbeda?
“Youngjae-ya, ternyata kau benar-benar mirip suamiku.”
“Hahaha… benark-HAH?!”
Aku menoleh cepat ke arahnya begitu sadar dengan perkataan Sang Ri. “Yeobo? Jeongmalyo? Yeobo?” aku tak bisa menghentikan rasa kagetku. Dia masih 15 tahun dan sudah menikah? What the hell.
“YUP! Dengan Yoo Youngjae,” aku bernafas lega mendengar perkataan Sang Ri. Kenapa aku harus bernafas lega?
“Youngjae-ya, kenapa wajahmu seperti Youngjae?” tanya Sang Ri. “Oh? Jinjjayo?” Sang Ri mengangguk. “Aku harus segera oplas,” ucapku.
“Yak! Yak! Hajima. Jangan lakukan itu.” Aku menatap bingung ke arah Sang Ri.
Wae?”
“Karena wajahmu adalah favoritku.” Sang Ri kembali tersenyum.
Deg, Deg, Deg…
Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya? Yang kutahu tentang jantung yang berdetak cepat adalah karena gugup, khawatir, cemas, kecapaian, dan bertemu dengan seseorang yang dicintai. Aku tak khawatir, tak cemas, ataupun kecapaian. Apa aku gugup? Ataukah…
“Kalian berdua. Masuklah. Saya akan memberi toleransi kepada kalian berdua. Tuan Moon, dan Nona Park.”
Suara Lee-seonsaengnim kembali membuyarkan lamunanku. Aku segera bangkit dari duduk formalku, dan entah kenapa, secara refleks aku membantu Sang Ri yang sepertinya kesemutan.
“Banyak tugas untuk kalian.”
Aku berpandangan dengan Sang Ri mendengar perkataan Lee-seonsaengnim. Tugas?
.
.
.
.
.
.
-next release: episode 3-




[1] Aku benci denganmu
[2] Laki-laki sejati

Jumat, 06 Desember 2013

You & I (fanfiction) - Episode 1

Cast :
-      Yoo Young Jae as Moon Young Jae
-      Park Sang Ri
Genre : Romance, school

Gieokhae bokdoeseo tteodeulda gachi honnadeon uri dul (I remember when we were yelled at for talking in the halls)
Beolseomyeonseodo wae geurido jeulgeowonneunji arasseo (I don’t know why it was so fun even when we were being punished)
Geunal ihuro (yeah yeah) urin neul (yeah yeah) (After that day (yeah yeah) we always (yeah yeah))
Ssangdungi byeoljaricheoreom neon na naneun neoyeosseo (Stuck together like the Astro twins, you were me and I was you)

Aku berhenti ketika mendengar lagu yang sangat penuh dengan kenangan tentang masa laluku berputar. Aku menoleh ke samping kananku. Sebuah toko album.
Cring…
Annyeonghaseyo. Eoseo waseyo[1].
Entah kenapa, aku memilih masuk ke dalam toko tadi. Seperti ada magnet diantara toko itu dan tubuhku.
“Apa yang memutar lagu F(x) Goodbye Summer tadi adalah toko ini?” tanyaku sembari melepas syal, dan memberikannya pada penjaga toko.
Ye, sajangnim. Kami memainkannya sesuai pergantian musim sekarang ini,” jawab penjaga toko tersenyum. Aku menganggukan kepalaku. Paham.
“Dimana aku bisa menemukan album itu?” Penjaga toko langsung menunjuk ke arah rak bolak balik yang cukup panjang. Diatasnya tergantung tulisan ‘2013 nyeon’.
Gamsahabnida.” Aku membungkuk kecil, lalu berjalan pelan ke arah rak yang tadi ditunjukan oleh penjaga toko.
Aku melirik ke arah jam dinding di toko itu. Jam dinding itu sangat unik karena menunjukan tahun, bulan, tanggal, hari, jam, menit, detik, bahkan musim. Aku berharap mempunyai jam seperti itu.


Tahun 2020, bulan September, tanggal 14, jum’at, jam 4 sore, menit 45, detik 17, musim gugur.
Sudah 7 tahun berlalu. Waktu ternyata berjalan sangat cepat. Lagu ini membuatku makin merindukannya. Yeoja yang menjadi cheossarang-ku.

7 tahun lalu…

“Keluarkan buku kalian! Saya akan mengecek tugas kalian yang saya berikan seminggu lalu!”
Aku mengeluarkan bukuku dengan segera ketika mendegar perkataan Lee-seonsaengnim. Begitu aku mengeluarkannya, dia mulai mengecek tugas masing-masing dari arah yang bersebrangan denganku.
“Yak! Mana bukumu?”
Lee-seonsaengnim memukulkan tongkat kecil ke kepala Sang Ri. Sang Ri terlihat ketakutan, ia menundukan wajahnya.
Joe-Joeseong hamnida seonsaengnim. Aku lupa membawanya,” ucap Sang Ri.
“Keluar. Kau tahu hukuman apa yang biasanya didapatkan oleh anak sepertimu kan?” Lee-seonsaengnim menunjuk pintu keluar dengan tongkatnya tadi. Sang Ri mengangguk, lalu keluar dari kelas. Aku hanya bisa bengong melihat hal itu.
Park Sang Ri. Atau biasa dipanggil Sang Ri adalah salah satu dari banyak siswi perempuan di kelasku. Aku tak terlalu dekat dengannya, bahkan dengan seluruh siswi. Aku memang ketua kelas, tapi aku malas berinteraksi dengan anak perempuan. Menurutku mereka menyusahkan.
Sang Ri sangat menyukai boyband B.A.P. Kenapa aku tahu itu? Karena dia selalu ber-fangirling ria di kelas dengan teman-temannya. Memangnya apa bagusnya boyband-boyband itu sih? Mereka hanya jual tampang.
Dia termasuk anak yang cukup pintar dibanding anak yang sama-sama ber-fangirling. Tapi dia sangat lemah di bidang Matematika. Sepertinya dia sangat butuh les atau pelajaran tambahan. Matematikanya sangat lemah. Apakah wajar jika kelas 2 SMA menghitung perkalian dan pembagian masih menggunakan kalkulator dan tangan? Yang benar saja.
“Mana bukumu, Tuan Moon?”
Suara serak Lee-seonsaengnim membuyarkan lamunanku. Kenapa aku harus melamunkan Sang Ri? Aish!
Igeo…”
Aku terbelalak kaget ketika bukuku tak ada di meja seperti saat sebelum aku melamun. Aku mencarinya di tasku, di bawah meja, bahkan aku bertanya dengan Dae Hyun, teman sebangkuku. Hasilnya nihil.
Eodiseo?”
Tiba-tiba saja suara Lee-seonsaengnim berubah menakutkan. Suara itu seperti menyindirku. Aku yang seorang ketua kelas, pemegang ranking satu di kelas dan sekolah, lupa membawa buku yang berisi tugas gampang?
“Kau keluar.”
Kalimat itu yang aku harap tidak pernah dengar dari mulut guru-guruku. Setidaknya jangan Lee-seonsaengnim, dia guru favoritku. Ini sama saja mencoreng nama baikku di depannya.
“Tapi-”, “Keluar. Jigeum.” Lee-seonsaengnim menunjuk pintu keluar. Persis seperti yang tadi ia lakukan kepada Sang Ri.
“Aku kecewa padamu, Tuan Moon.” Aku bisa mendengar kalimat yang terucap dari mulut Lee-seonsaengnim tadi. Ini benar-benar buruk.
.
.
.
.
.
.
.
Episode 2 akan rilis secepatnya~^^


[1] Halo, selamat datang

Rabu, 04 Desember 2013

Secret - Yoohoo (lyrics+Indonesian translate)


[Jieun] Chinguroman boideon niga
Aku hanya melihatmu sebagai teman
Gwiyeopgeman boideon niga
Aku hanya menganggapmu lucu
Don’t know why i don’t know why
Neoege kkeullyeo gago isseo
Tapi aku mulai tertarik padamu

[Hyosung] Himdeun nal wirohaejwosseul ttae
Ketika kau menenangkanku pada saat aku kesulitan
Nae yaegireul deureojwosseul ttae
Ketika kau mendengarkan curhatku
Maybe you i
m loving you
Jogeumssik nae maeumi umjigyeo
Hatiku bergerak sedikit demi sedikit

[Sunhwa] Eotteoke eotteoke eotteoke mareul halkka?
Bagaimana, Bagaimana, Bagaimana aku harus mengatakannya padamu?
[Hana] Do you hear me that i’m fallin
in love
[Jieun] Meorien ontong neoppuniya jakkuman bogo sipeo
Bahwa hanya kau yang ada di kepalaku, aku terus merindukanmu

Reff:
[Jieun] Neoreul saranghana bwa Yoo-Hoo
Aku rasa aku mencintaimu Yoo Hoo
[Jieun] Neoman boyeo Yoo-Hoo
Aku hanya melihatmu Yoo Hoo
[Hyosung] Chinguga anin aeineuro neorang mannago sipeo
Aku ingin melihatmu sebagai kekasih bukan hanya sebagai teman

[Jieun] Nareul jom barabwajwo Yoo-Hoo
Tolong lihat aku Yoo Hoo
[Jieun] Mot chamgesseo Yoo-Hoo
Aku tak bisa menahannya lagi
[Sunhwa] Eojeboda oneulboda [Hana] naeil deo saranghalge~
Lebih dari hari ini, lebih dari kemarin. aku akan mencintaimu besok~
[Jieun] Oh my love

Yeah~~ Yeah~~ Yeah~~ Yeah~~
Yeah~~ Yeah~~ Yeah~~ Yeah~~

[Hana] I just wanna be your love

[Sunhwa]Neoege nan jal boiryeogo
dalam rangka terlihat cantik di depanmu
Otdo sago daieoteureul hago
Aku membeli pakaian baru dan diet
Yes i do oh yes i do
Ireon nae mam arajulkka
Apa kau tahu isi hatiku?

[Hana] Hoksi neoreul nochyeobeorilkka
Bagaimana jika aku kehilanganmu?
Nareul sirheohajin anheulkka
Bagaimana jika kau tak menyukaiku?
Maybe you i
m loving you
Saenggagi manhaseo jam mot ja
Aku mempunyai banyak pikiran, aku tak bisa tidur

[Hyosung] Eotteoke eotteoke eotteoke mareul halkka
Bagaimana, bagaimana, bagaimana aku mengatakannya padamu?
[Hana] Do you hear me that i’m fallin
in love
[Jieun] Meorien ontong neoppuniya jakkuman bogo sipeo
Bahwa hanya kau yang ada di kepalaku, aku terus merindukanmu

*Back to Reff

[Sunhwa] Ni soneul japgo uu (uu)
Aku ingin menggenggam tanganmu uu (uu)
I gireul neowa hamkke geotgo sipeo
Dan berjalan di jalan ini bersamamu

[Hana] Neoppuniya jeongmariya ijeneun malhago sipeo
Hanya kamu, sungguh, aku ingin mengatakannya padamu
Jinsimiya jeongmariya nae mameul ara jullae
Aku benar-benar akan melakukannya, sungguh, tolong ketahui isi hatiku

[Hyosung] Hangsang neoreul jikyeojugo sipeo
Aku ingin selalu melindungimu
Ni gyeoteseo nan
Disampingmu

*Back to reff

Yeah~~ Yeah~~ Yeah~~ Yeah~~
Yeah~~ Yeah~~ Yeah~~ Yeah~~

Selasa, 06 Agustus 2013

B.A.P – BADMAN (fanschant)


Priit… x7

Eodum sogeseo deullineun jeolgyu
Gongpoe jillin sesangeul

Dwijibeobeorilgeoya da
Michyeobeorin sesang
Bakkwonoheulgeoya nan
Dongwa hyeopbage nun gamneun jadeul get out
Nyuseureul bwado jeonbu gonggongui jeogigo
Ssaikopaeseudeuri michyeo nalttwineun panigo

(AH!) Igeon beomjoewaui jeonjaeng
(AH!) Ttokgachi gapa julge
(AH!) Ieneun i nuneneun nun i mareul gieokhae
Yongseoran eobseo urin jeoldae

I gotta feeling
Chameul suga eobseo give it up
I gotta feeling
Niga nuneul gamneun nal {Ah}

Neoneun wiheomhae
Jalmot geondeuryeosseo get away (u,u,u,u)

Becuz I’m cuz I’m dangerous (BI! E! I! PI)

I’m a Badman (I’m a badman)
Eodum soge neoreul gadwojulge
Ah! Ah! Ah! Ah!
Geobe jillin moseubeul bwa
I’m a Badman (I’m a badman)
Nideureul da sseureobeorilgeoya
Eotteon byeonmyeong ttawineun naege hajima in the end

Badman (ya ya) (priit…) Badman (ya ya) (priit…)
Yeh guyz gamhi nuga uril mallyeo
I dosiui gonggineun neomuna sum makhyeo
Cheoeumbuteo jalmotdoen neohui iriwa gangokhae
Deoreoun ssakdeureul da jallabeoril ttaekkaji an meomchwo
Nan dokhae
Ttokgachi nunmul heullyeobwa you got that?

I gotta feeling
Da bul taewobeoryeo burn it up
I gotta feeling
Niga ulbujitneun nal (AH!)

Neoneun wiheomhae
Gal ttaekkaji gasseo get away (u,u,u,u)

Becuz I’m cuz I’m dangerous (BI! E! I! PI)

I’m a Badman (I’m a badman)
Eodum soge neoreul gadwojulge
Ah! Ah! Ah! Ah!
Geobe jillin moseubeul bwa
I’m a Badman (I’m a badman)
Nideureul da sseureobeorilgeoya
Eotteon byeonmyeong ttawineun naege hajima in the end

Priit… x2  Priit… x2

Badman (ya ya) (priit…) Badman (ya ya) (priit…)

Wae jakku geondeuryeo
Ja iri eopdeuryeo
Da mame an deureo
Neol bomyeon lose control

Badman

Wae jakku geondeuryeo
Ja iri eopdeuryeo
Da mame an deureo
Neol bomyeon lose control

Badman

Uril mannamyeon jebal jeori domang gajwo
Jeoldaero urin nideureul gamanhi mot nwadwo

I’m a Badman (I’m a badman)
Eodum soge neoreul gadwojulge
Ah! Ah! Ah! Ah!
Geobe jillin moseubeul bwa
I’m a Badman (I’m a badman)
Nideureul da sseureobeorilgeoya
Eotteon byeonmyeong ttawineun naege hajima in the end

cr: @tsfanmanager
Lyric: kpoplyric

*priiit is whistle sound