-Episode 1-
Setelah sebelumnya Sang Ri yang keluar, Youngjae yang juga tiba-tiba saja kehilangan buku tugasnya dikeluarkan dari kelas oleh guru favoritnya, Lee-seonsaengnim.
.
.
.
.
Aku berjalan loyo dan melakukan hal yang sama seperti yang Sang Ri
lakukan sekarang ini. Duduk formal. 3 jam pelajaran ini aku akan sangat
tersiksa.
“Kau tak membawa buku juga?” tanya Sang Ri kaget begitu melihatku.
Aku mengangguk lemas.
“Wae? Kau anak yang
rajin. Kenapa tak membawanya?” Aku menghela nafas berat.
“Aku sudah menaruhnya di mejaku tepat saat kau keluar tadi. Tapi
entah kenapa bukuku hilang sewaktu Lee-seonsaengnim
mengecek bukuku.”
Sang Ri menganggukan kepalanya. Sepertinya dia paham dengan
perasaanku. Apa aku dan dia connect
satu sama lain?
Hening…. Canggung….
Aku dan Sang Ri memang tidak dekat. Tapi tak kusangka akan begini
sepinya tanpa teriakan-teriakan tentang B.A.P seperti yang biasa ia lakukan.
Setiap dia masuk kelas, dia pasti berteriak, “YOUNGJAE NAEKKEOYA!”
Saat pertama kali aku mendengarnya, kukira dia menyatakan
perasaannya padaku. Ternyata bukan. Dia menyatakannya kepada Yoo Young Jae.
Salah satu anggota B.A.P kurasa. Untung saja memang tidak menyatakannya padaku.
Toh, siapa juga yang mau dengan gadis sepertinya.
“Yak! Kau melamun?”
Aku terlonjak kaget. “Ani…”
Sejak kapan suara Sang Ri menjadi sangat lembut seperti tadi? Apa
hanya perasaanku saja? Mana mungkin kan dalam sekejap suaranya berubah seperti
milik Song Ji Eun Secret?
“Kau melamunkanku ya?” wajah Sang Ri terlihat mengejekku.
“Yak! Memangnya siapa juga yang melamunkanmu. Memangnya gadis
sepertimu pantas untuk dilamunkan?” Sang Ri memandang wajahku datar. Ada sorot
mata sengit di wajahnya.
Oops. Apa aku salah mengucapkan
kata-kata?
“Miwoyo[1],”
ucapnya sembari membuang muka. Yah, terserahlah, aku juga sedang tak ingin
berurusan dengan gadis menyusahkan sepertinya.
“Kau marah?”
Aku segera menutup mulutku. Kenapa aku malah mengatakan hal itu?
Apa yang sebenarnya terjadi dengan otakku.
“YES!” kata Sang Ri
singkat, namun cukup menusuk. Jamkkan.
Menusuk? Sejak kapan hati seorang Moon Young Jae tertusuk oleh ucapan? Hari ini
benar-benar aneh. What’s going on with
me?
“Jangan marah~”
Hah? Apa aku baru saja mengeluarkan suara imut? YAK! MOON YOUNG
JAE! APA YANG TERJADI DENGANMU! Teriakku dalam hati. Sepertinya otakku
benar-benar sedang konslet hari ini.
Sang Ri menoleh ke arahku. “Tunjukan aku aegyo-mu, lalu aku
takkan marah padamu lagi,” perintahnya.
Yang benar saja. Aku benci dengan 5 huruf itu. Apa-apaan aegyo
itu, seorang sang namja[2]
takkan menunjukan wajah imutnya.
“Ppo ppo~”
Eh?
“Uwaaa~ gwiyopta~”
Aku tak menyadari apa yang
aku lakukan sampai ucapan ‘imut’ yang diberikan Sang Ri padaku karena ia
melihat aegyo-ku? EOMMA! APA YANG TERJADI
DENGANKU??!!
“Aku tak menyadari kau ternyata imut.” Sang Ri tersenyum ke
arahku. Aku membelalakan mataku. Kenapa senyumnya sekarang terasa berbeda?
“Youngjae-ya, ternyata
kau benar-benar mirip suamiku.”
“Hahaha… benark-HAH?!”
Aku menoleh cepat ke arahnya begitu sadar dengan perkataan Sang
Ri. “Yeobo? Jeongmalyo? Yeobo?” aku tak bisa menghentikan rasa kagetku. Dia
masih 15 tahun dan sudah menikah? What
the hell.
“YUP! Dengan Yoo Youngjae,” aku bernafas lega mendengar perkataan
Sang Ri. Kenapa aku harus bernafas lega?
“Youngjae-ya, kenapa
wajahmu seperti Youngjae?” tanya Sang Ri. “Oh? Jinjjayo?” Sang Ri mengangguk.
“Aku harus segera oplas,” ucapku.
“Yak! Yak! Hajima.
Jangan lakukan itu.” Aku menatap bingung ke arah Sang Ri.
“Wae?”
“Karena wajahmu adalah favoritku.” Sang Ri kembali tersenyum.
Deg, Deg, Deg…
Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya? Yang kutahu tentang
jantung yang berdetak cepat adalah karena gugup, khawatir, cemas, kecapaian,
dan bertemu dengan seseorang yang dicintai. Aku tak khawatir, tak cemas,
ataupun kecapaian. Apa aku gugup? Ataukah…
“Kalian berdua. Masuklah. Saya akan memberi toleransi kepada
kalian berdua. Tuan Moon, dan Nona Park.”
Suara Lee-seonsaengnim
kembali membuyarkan lamunanku. Aku segera bangkit dari duduk formalku, dan
entah kenapa, secara refleks aku membantu Sang Ri yang sepertinya kesemutan.
“Banyak tugas untuk kalian.”
Aku berpandangan dengan Sang Ri mendengar perkataan Lee-seonsaengnim. Tugas?
.
.
.
.
.
.
-next release: episode 3-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar