Karena jika aku bersamamu,
Aku merasa nyaman dan tenang.
Tanpamu, aku kehilangan arah.
Apa yang harus kulakukan?
Aku merasa nyaman dan tenang.
Tanpamu, aku kehilangan arah.
Apa yang harus kulakukan?
Lantunan suara piano muncul dari balik ruangan Yongguk. Dia
memainkan Fur elise milik Beethoven dengan sangat lancar.
Jreng
Ia menatap piano yang tadi ia mainkan dengan tatapan kosong
setelah mengingat nada itu. Nada yang mengingatkannya pada orang yang sangat ia
sayangi.
"Kau sibuk?"
"Tidak. Hanya saja aku tak bisa mengahafal Fur Elise
sepertimu."
Yongguk tersenyum. Ia mengacak rambut Cha Eun dengan lembut
"Kau pasti bisa Cha
Eun-ah."
Klek
Yongguk menutup pintu flat-nya yang sederhana. Lalu berjalan
kearah dapur dan sibuk membuat ramen. Ia tersenyum menatap ramen yang masih
mengeluarkan asap.
Yongguk kembali menaruh sumpit yang baru ia angkat. Ia berniat
akan memakan ramennya. Namun ia mengingat kalimat'nya',
"Oppa, ramenmu tak enak. Harusnya kau memintaku
memasaknya,"
Yongguk berjalan menuju meja kerjanya yang berantakan. Ia segera
merapikannya. Namun entah darimana datangnya, selembar kertas tiba-tiba
terselip diantara lembaran nada lagu milik Yongguk. Ia tersenyum kecil, kertas
ulangan matematika Cha Eun.
'Untuk Yongguk-oppa'
Di pojok sebelah kanan atas kertas ulangan tersebut tertulis
namanya. Ia merasa bangga dengan Cha Eun yang meraih nilai sempurna di mata
pelajaran yang Cha Eun tak sukai.
"Cos dari 3, sin 4 itu-", "5" , "Oppa!
Jangan menjawabnya! Aku ingin pintar sepertimu tahu!"
Tersenyum. Ketika ia harus mengingat kembali cara belajar Cha Eun
dan apa yang ia dan Cha Eun bicarakan dulu. Kalimat gadis itu selalu benar, dan
terkadang terlalu benar sampai menyakiti hati.
"Oppa, kau tidak seperti yang orang-orang katakan. Mereka
menganggapmu dingin dan galak, tapi sebenarnya kau sangat hangat dan baik hati.
Aku heran kenapa mereka hanya melihatmu dari luar saja."
"Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu kembali Cha
Eun-ah?" Perlahan, airmata Yongguk keluar.
'SEOUL NEWS
14 Maret 20xx
Headline
Penerima Beasiswa Spesial dari 3 Universitas Ternama di Seoul
Meninggal Dalam Kecelakaan Beruntun'
"Aku bodoh. Aku tak bisa melindungimu,"
Air mata mengalir.
"Ramen tak enak yang aku buat, siapa yang akan memakannya
bersamaku sekarang? Kau adalah gadis yang memelukku dan berkata aku bukan orang
yang dingin dan pendiam. Aku merindukanmu." -Yongguk (Easy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar