Apa aku terluka? Ya, kurasa
aku terluka.
Tolong sembuhkan luka ini.
Hanya kau yang dapat
menyembuhkannya.
"Aku sakit,"
"Kau perlu ke
dokter?"
"Tidak, aku hanya
butuh pelukanmu,"
Na Young menahan tawa melihat pesannya bersama kekasihnya beberapa
bulan lalu. Na Young terus membaca sampai akhirnya ia tepat di sms terakhir.
"Aku terkena leukemia. Tapi dokter bilang aku masih punya harapan.
Tolong beri aku semangat ^^"
Senyum Na Young reda. Leukimia itu memang berhasil dilewati oleh
kekasihnya. Namun, beberapa minggu setelah dokter mencangkokan sumsum tulang
belakang, dokter memberitahukan hal yang lebih gawat dibanding itu.
"Kim Him Chan memang berhasil melewati leukimia tingkat
awal tersebut. Namun yang sekarang mesti dihadapinya adalah Kanker Hati. Aku
tak pernah mengira hal ini sebelumnya, tapi dia telah berada di stadium
terakhir."
Menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangannya. Na Young menangis.
Hal yang tak pernah terjadi ketika Himchan masih bersamanya.
"Ketika aku pertama kali bertemu denganmu, jantungku
tiba-tiba berdegup kencang. Wuah~ Aku merasa seperti jantungku akan meledak!”
"Saat aku pertama kali
ingin mengutarakan perasaanku padamu, tiba-tiba saja otakku menjadi blank hanya
karena mencium bau shampoo-mu. hehe~"
Tangis Na Young semakin keras mengenang setiap senyuman Himchan.
Setiap perkataan Himchan. Setiap kasih sayang yang Himchan berikan
padanya.
deg deg deg
Na Young meraba degup jantungnya.
"Himchan-ssi, apa gadis yang bersamamu adalah istrimu?"
Gelak tawa muncul dari wajah Himchan yang sekarang sayu.
"Aniyo-bukan-, dia kekasihku." Dokter mengangguk
paham.
"Apa kau tahu dia terkena infeksi di jantungnya?"
Himchan terbelalak kaget.
"Dia tak pernah memberitahukannya padaku. Bagaimana bisa
Anda tahu dia terkena infeksi pada jantungnya?" ujarnya.
"Beberapa waktu yang
lalu, dia datang ke rumah sakit dan mengeluhkan bahwa dadanya terasa sangat
sakit. Setelah di-rontgen, jantungnya terkena infeksi dan harus segera mendapat
jantung baru. Dia memberitahuku agar tak memberitahukannya pada siapapun. Tapi
kurasa kau perlu ta-"
"Berikan jantungku padanya... Aku sudah tak membutuhkannya
lagi,"
Na Young masih mengingatnya dengan jelas ketika ia tersenyum
bahagia setelah operasi pencangkokan implan jantung baru untuknya berhasil.
Namun senyum itu langsung tergantikan oleh tangisan sedih karena jantung
tersebut milik Himchan.
Meski dokter berkali-kali mengatakan Himchan memberikan jantungnya
untuk Na Young atas kemauan sendiri, tapi tetap saja. Na Young merasa
bersalah.
deg deg deg...
"Sekarang kita memiliki perasaan yang sama! Jantungku akan
berdegup untukmu, dan aku akan tetap tersenyum disini~ Jantungku akan terus
hidup untukmu. Sampai suatu saat, Tuhan akan mempertemukan kita,"
Degup jantung ini, Na Young pernah mendengarnya ketika Himchan
memeluknya. Degup yang sama.
"Uljima~ Aku tak suka ketika wajah cantikmu berubah sedih
seperti itu," Na Young mengusap air matanya mengingat kalimat terakhir
Himchan sebelum kekasihnya itu meninggal.
"Sakit ini tidak membutuhkan obat apapun. Kau memelukku,
dan akupun akan sembuh. Kau adalah alasan kenapa aku hidup. aku
membutuhkanmu." -Himchan (Lovesick)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar