Translate

Senin, 03 Maret 2014

Without You - Kim Him Chan

Apa aku terluka? Ya, kurasa aku terluka.
Tolong sembuhkan luka ini.
Hanya kau yang dapat menyembuhkannya.


"Aku sakit,"
"Kau perlu ke dokter?"
"Tidak, aku hanya butuh pelukanmu,"

Na Young menahan tawa melihat pesannya bersama kekasihnya beberapa bulan lalu. Na Young terus membaca sampai akhirnya ia tepat di sms terakhir.

"Aku terkena leukemia. Tapi dokter bilang aku masih punya harapan. Tolong beri aku semangat ^^"

Senyum Na Young reda. Leukimia itu memang berhasil dilewati oleh kekasihnya. Namun, beberapa minggu setelah dokter mencangkokan sumsum tulang belakang, dokter memberitahukan hal yang lebih gawat dibanding itu.

"Kim Him Chan memang berhasil melewati leukimia tingkat awal tersebut. Namun yang sekarang mesti dihadapinya adalah Kanker Hati. Aku tak pernah mengira hal ini sebelumnya, tapi dia telah berada di stadium terakhir."

Menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangannya. Na Young menangis. Hal yang tak pernah terjadi ketika Himchan masih bersamanya.

"Ketika aku pertama kali bertemu denganmu, jantungku tiba-tiba berdegup kencang. Wuah~ Aku merasa seperti jantungku akan meledak!”

"Saat aku pertama kali ingin mengutarakan perasaanku padamu, tiba-tiba saja otakku menjadi blank hanya karena mencium bau shampoo-mu. hehe~"

Tangis Na Young semakin keras mengenang setiap senyuman Himchan. Setiap perkataan Himchan. Setiap kasih sayang yang Himchan berikan padanya. 

deg deg deg

Na Young meraba degup jantungnya.

"Himchan-ssi, apa gadis yang bersamamu adalah istrimu?" Gelak tawa muncul dari wajah Himchan yang sekarang sayu. 
"Aniyo-bukan-, dia kekasihku." Dokter mengangguk paham. 
"Apa kau tahu dia terkena infeksi di jantungnya?" Himchan terbelalak kaget.
"Dia tak pernah memberitahukannya padaku. Bagaimana bisa Anda tahu dia terkena infeksi pada jantungnya?" ujarnya.
"Beberapa waktu yang lalu, dia datang ke rumah sakit dan mengeluhkan bahwa dadanya terasa sangat sakit. Setelah di-rontgen, jantungnya terkena infeksi dan harus segera mendapat jantung baru. Dia memberitahuku agar tak memberitahukannya pada siapapun. Tapi kurasa kau perlu ta-"
"Berikan jantungku padanya... Aku sudah tak membutuhkannya lagi,"

Na Young masih mengingatnya dengan jelas ketika ia tersenyum bahagia setelah operasi pencangkokan implan jantung baru untuknya berhasil. Namun senyum itu langsung tergantikan oleh tangisan sedih karena jantung tersebut milik Himchan.

Meski dokter berkali-kali mengatakan Himchan memberikan jantungnya untuk Na Young atas kemauan sendiri, tapi tetap saja. Na Young merasa bersalah. 

deg deg deg...

"Sekarang kita memiliki perasaan yang sama! Jantungku akan berdegup untukmu, dan aku akan tetap tersenyum disini~ Jantungku akan terus hidup untukmu. Sampai suatu saat, Tuhan akan mempertemukan kita,"

Degup jantung ini, Na Young pernah mendengarnya ketika Himchan memeluknya. Degup yang sama.

"Uljima~ Aku tak suka ketika wajah cantikmu berubah sedih seperti itu," Na Young mengusap air matanya mengingat kalimat terakhir Himchan sebelum kekasihnya itu meninggal.


"Sakit ini tidak membutuhkan obat apapun. Kau memelukku, dan akupun akan sembuh. Kau adalah alasan kenapa aku hidup. aku membutuhkanmu." -Himchan (Lovesick)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar